Minggu, 18 Maret 2012

PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI TAHU

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar belakang
Pertumbuhan industri tahu didaerah menun jukkan perkembangan yang sangat cepat. Tahu merupakan makanan bergizi yang mengandung protein nabati yang berguna bagi pertumbuhan tubuh.  Tahu dikenal sejak jaman dulu di daratan China.Berasal dari kata Tao Hu yang artinya kacang hancur seperti bubur. .(Widie Kastyanto,1990 )
Tahu dibuat oleh para pengrajin rumah tangga dimana teknologi dan peralatannya pun masih sangat sederhana.Walaupun protein tahu tidak sebaik protein hewani,tetapi perannya dalam kehidupan masyarakat Indonesia sangat berarti dalam memperbaiki nilai gizi masyarakat. Disamping harganya murah juga mempunyai nilai protein yang berbeda dengan protein hewani.
Tahu keberadaannnya di Indonesia cukup ditunjang oleh program Pemerintah, hal ini terbukti dengan adanya koperasi ( KOPTI ) sebagai badan usaha yang bergerak dalam pengadaan kedelai disetiap daerah. Tahu semakin digemari masyarakat karena harganya yang murah.
Dikota magelang keberadaan industri tahu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Magelang. Hal tersebut dapat ditunjukkan adanya industri tahu yang cukup banyak dan bersaing satu sama lain di Kota Magelang. Sentral industri tahu yang merupakan daerah lingkup penghasil tahu banyak terdapat Kota Magelang.
Disamping tahu sebagai hasil produk yang utama, industri tahu juga menghasilkan limbah cair tahu yang mengandung protein dan bahan organik yang dibuang langsung ke lingkungan sehingga dapat menjadi sumber pencemaran lingkungan. Disamping itu juga menghasilkan limbah padat yang berupa ampas tahu yang dimanfaatkan untuk pakan ternak dan pembuatan tempe gembus, limbah cair dari industri tahu juga dapat untuk dijadikan gas bio melalui proses an aerobik yang dapat dimanfaatkan untuk memasak.

B.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui gambaran mengenai proses pengelolaan limbah tahu.
2.      Untuk mengetahui cara pemanfaatan limbah tahu.
3.      Untuk mengetahui gangguan yang ditimbulkan




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.          Pengertian
Menurut Udin Djabu (1991) yang disebut air limbah adalah air yang bercampur zat- zat padat  ( dissolved dan suspended ) yang berasal dari buangan kegiatan rumah tangga, pertanian, perdagangan dan industri. Sedangkan menurut Azrul Azwar (1983) mendefinisikan air limbah adalah air yang tidak bersih dan mengandung berbagai zat yang bersifat membahayakan kehidupan manusia dan atau hewan dan lazimnya muncul karena hasil perbuatan manusia.
B.          Sumber Air Limbah
Beberapa sumber air limbah yang sering dijumpai adalah,
a.    Air buangan rumah tangga.
Air buangan ini biasanya dihasilkan dari aktifitas manusia  yang terdiri dari ekskreta,air cucian,air mandi/ wc,air buangan dapur dan lainnya.
b.    Air buangan perdagangan
Air buangan yang dihasilkan dari aktifitas hotel, pasar, tempat ibadah,restoran dan lainnya.
c.    Air buangan industri
Air buangan industri biasanya memiliki kandungan zat yang komplek karena hasil buangan dari proses industri. Biasanya mengandung zat organik, logam berat,minyak,zat pewarna, sulfida ammonia yang bersifat racun sehingga memerlukan penanganan yang khusus. . (haryanto Kusnoputranto, 1983)

C.          Komposisi Air Limbah
Komposisi air limbah sebagian besar terdiri dari air (99,9%) dan sisanya terdiri dari partikel-partikel padat terlaraut (dissolved solid) dan tidak terlarut (suspended solid) sebesar 0,1%. Partikel-partikel padat dari zat organik (± 70%) dan zat anorganik ((± 30%). Zat-zat organik terdiri dari protein (± 65%), karbohidrat (± 25%),lemak (± 25%). (Udin Djabu, 1991).

D.          Dampak  Air Limbah
Beberapa dampak air limbah yang dapat menyebabkan pengaruh adalah,
1.      Pengaruh terhadap kesehatan
Air limbah yang mengandung organisme dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Beberapa penyakit yang ditimbulkan adalah:Penyakit usus, cholera, leptospirosis,typoid lever, shigellosis dan lain-lain.
Disamping air limbah yang mengandung mikroorganisme juga dapat mengandung zat- zat kimia berbahaya. Antara lain :
1)      Cadmium
Cadmium dapat berakumulasi pada ginjal dan hati manusia melalui makanan, air dan udara yang pemaparannya bersifat kronis. Perkiraan dapat menyebabkan kerusakan ginjal pada konsentrasi 200 gram/berat badan.
2)      Timah hitam
Timah hitam dapat menimbulkan bermacam-macam keracunan termasuk mengganggu susunan darah, merusak sistem syaraf dan merusak fungsi ginjal. Timah hitam dapat masuk ketubuh melalui udara, makanan dan air.
3)      Arsen
Keracunan arsen dapat bersifat akut maupun kronis . Salah satu penyebab kanker pada manusia. Beberapa organ yang diserang arsen adalah sistem pencernaan, pernapasan,syarat,kulit,hati dan darah.
4)      Cianida
Dapat berasal dari limbah industri tapioka,batik dan pabrik yang membuat gas cyanida untuk racun tikus. Dapat mengganggu jaringan tubuh sehingga tidak mampu mengubah oksigen.

2.      Pengaruh terhadap lingkungan
1)      Air limbah dan kehidupan vektor
Air limbah yang dibuang ke lingkungan banyak menimbulkan masalah vektor. Genangan air limb ah dapat digunakan untuk sarang dan perkembang biakan nyamuk,kecoa  dan lalat juga beberapa hewan parasit.
2)      Pencermaran air dan tanah oleh air limbah.
Air limbah yang dibuang ke badan air akan mencemari badan air tersebut . Bahan pencemar  yang ada di dalamnya akan mengalami penyebaran (disporsi) dan pengenceran (dilution) dan bersifat reactif dengan adsorbsi,reaksi atau penghancuran biologis. Karena peristiwa inilah maka pencemaran akan cepat terjadi dan akan menurunkan kualitas air lingkungan.
Air limbah yang mencemari dalam perjalanannya akan mengalami peristiwa fisik mekanik, kimia dan biologis.
Peristiwa fisika mekanik terjadi karena adanya distribusi lautan yang mengalir melalui pori-pori tanah yang tidak seragam, sehingga terjadi efek penahanan oleh zat-zat padat dan pengendapan partikel padat karena gaya berat.
Peristiwa biologis terjadi pada bahan pencemar organis yang diuraikan oleh bakteri pembusuk.
3)      Pengaruh air limbah terhadap ekosistem
Badan air merupakan ekosistem yang terdiri atas ikan,tumbuhan,air,dan plankton yang terapung dan melayang dalam air sebagai komponen makluk hidup serta pasir, air mineral dan oksigen. Apabila tercemar oleh limbah pencemar  maka akan mempengaruhi sistem dalalm ekologi.  Air badan air yang tercemar akan mengalami penurunan kualitas kadar oksigen yang terlarut.  Hal ini akan mempengaruhi populasi ikan-ikan sehingga  akan mengganggu mata pencaharian para nelayan karena ikan banyak yang mati.Disamping itu pencemaran juga akan mengganggu keseimbangan aquatic food chain.(Udin Djabu,1991)

E.     Karakteristik Air Limbah
1.    Karakteristik fisik
Karakteristik fisik yang sangat penting dari air limbah adalah kandungan total solid yang tersusun dari zat terapung, zat dalam suspensi, zat colloidal, dan zat dalam solution. Termasuk juga bau,temperatur dan warna.
1)   Total solids
Adalah semua zat dalam air limbah yang tetap tinggal sebagai residu pada pemanasan 103o-105oC. Dapat diklasifikasikan apakah sebagai susupended solid atau filterabel solids yang dapat menembus kertas filter yang berdiameter minimum 1 mikron. Suspended solids merupakan zat padat yang dapat mengendap selama 60 menit pada imhaff cone. Filterabel solids terdiri dari zat colloidal dan dissolved solids. Zat- zat tersebut terdiri dari molekul-molekul ion organik dan an organik. Umumnya secara oksidasi biologis atau koagulasi, diikuti dengan sedimentasi, diperlukan untuk menghilangkan partikel-partikel tersebut dari suspensi.
2)      Bau
Bau dalam air limbah disebabkan dari gas-gas hasil dekomposisi zat organik di dalamnya.Bau H2S adalah hasil dekomposisi mikroorganisme anaerobik yang menurunkan sulfates menjadi sulfides. Efek dari bau adalah stres psykologis manusia dan dapat menyebabkan napsu makan kurang,tidak suka minum, gangguan pernapasan, mual dan muntah. Senyawa- senyawa yang berbau dalam air limbah antara lain: ammes, ammonia,drammes,H2S,organik sulfides.
3)      Temperatur
Umumnya temperatur air limbah lebih tinggi dari pada suhu air minum sebab adanya proses didalam kegiatan industri maupun rumah tangga. Parameter suhu dalam air limbah sangat penting sebab efek pada aquatic life meningkatkan reaksi kimia dan menambah species ikan dalam badan air. Industri yang menggunakan air untuk proses pendinginan akan menghasilkan panas. Temperatur yang tinggi akan menurunkan oksigen terlarut dalam air.
4)      Warna
Air limbah yang baru biasanya berwarna abu-abu. Apabila bahan organik mengalami dekomposisi oleh bakteri, maka oksigen terlarut akan turun sampai nol dan warna berubah menjadi hitam.

2.    Karakteristik kimia
1)    Organik matter
Prinsip dari organik matter dalam air limbah terdiri dari kelompok protein, carbohydrat, fats and oil.
a)      Protein
Protein sebagian besar berasal dari organisme hewan dan tumbuhan. Diantaranya adalah buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran. Senyawa protein terbentuk oleh rantai amino acids. Semua protein mengandung carbon dan nitrogen yang tinggi yang banyak dalam air limbah pada proses-proses yang berhubungan dengan bahan-bahan makanan tersebut. Tingginya protein dalam air limbah dapat menimbulkan bau merangsang akibat proses dekomposisi.
b)      Carbohydrates
Carbohydraes termasuk sugars, starches,cellulose dan wood fiber yang semuanya terdapat dalam air limbah.Tersusun dari carbon, hydrogen dan oksigen.
c)      Fats,oil, grease
Fats dan oil adalah senyawa dari alkohol glyceral dengan fatty acids. Glyceral dan fatty acids pada suhu normal disebut oil. Apabila padat disebut fats.  Keduanya tersusun dari carbon,hydrogen,dan oksigen.
Grease umumnya termasuk fats, oil waxes yang terdapat dalam air limbah. Fats dan oils berasal dari limbah domestik antara lain dari saponifikation dari fats dengan sodium hydroxide. Grease tidak boleh lebih dari 15-20 mg/l dan harus bebas dari lapisan oil apabila air limbah dibuang ke lingkungan badan air.
d)     Surfactant
Surfactant adalah bahan aktif pembersih . Merupakan molekul- molekul zat organik yang besar. Menyebabkan busa pada air limbah.  Terdapat pada sintetic detergent  yang disebut alkyl- benzene-sulfat   ( ABS ) yang sukar diuraikan oleh bakteri dalam proses biologis.
e)      Phenols
Phenols menyebabkan masalah rasa pada air minum. Umumnya berasal dari air limbah industri yang dibuang dan mencampuri air permukaan. Phenol mudah diuraikan secara biologis oleh bakteri.
2)      In organik matter
Beberapa komponen zat-zat inorganik di dalam air limbah dan air permukaan adalah penting dalam penetapan dan pengendalian kualitas air.
a)      pH
Konsentrasi air hidrogen salah satu parameter  yang penting dari kualitas air limbah dan air permukaan. Air limbah dengan konsentrasi hydrogen yang rendah atau tinggi akan sukar diolah secara biologis. Dan apabila keadaan tersebut tidak berubah maka dapat mengganggu ekosistem dalam lingkungan air.
b)      Chlorides
Sumber pencemaran berasal dari kegiatan industri pertanian dan domestik. Tinja manusia mengandung ± 6 gram chloride per orang per hari.
c)      Alkalinity
Alkali dalam air limbah hasil dari adanya elemen-elemen hydroxides, carbonates dan bicarbonat seperti calcium,magnisium,sodium,potasium atau ammonia. Air limbah umumnya bersifat alkaline.
d)     Nitrogen
Unsur Nitrogen adalah sensiel diperlukan untuk tumbuhnya protista dan tanaman. Nitrogen adalah unsur penting yang membentuk block dalam synthese protein yang berguna dalam proses biologis air limbah.Namun demikian nitrogen harus dikontrol sebelum air limbah dibuang ke lingkungan.Nitrogen adalah dikombinasi dalam proteinacesus dan urea. Organik nitrogen akan segera terbentuk kembali menjadi ammonia karena dekomposisi air limbah. Dalam keadaan aerobik ammonia berubah menjadi nitrit. Adanya nitrit dalam air limbah menunjukkan bahwa air limbah telah mengalami dekomposisi dan memerlukan oksigen. Nutrites diubah menjadi nitrates oleh bakteri dalam proses dekomposisi aerobic. Apabila effluent air limbah berubah direklamasi kedalam air tanah untuk air minum maka nitrat adalah parameter yang penting. Batas konsentrasi NO3 tidak boleh lebih dari 45 mg/lt. Effluent air limbah berkisar antara 0 – 20 mg/lt. 
e)      Sulfur
Terdapat dalam air limbah maupun air permukaan dalam bentuk sulfat ion. Sulfur diperlukan untuk synthesa protein dalam proses dekomposisi. .(Udin Djabu,1991)
3.    Karakteristik Biologis
Beberapa mikroorganisme yang penting dalam air limbah dapat diklasifikasikan sebagai berikut : protista, plants dan animal.Protista meliputi bakteri, jamur, protozoa,dan algae. Bakteri tersebut berperan dalam proses dekomposisi atau stabilisasi organicmetter. Bakteri juga dapat bersifat patogen bagi kesehatan manusia. Sedangkan plants dan animal yang penting adalah notifier dan worm. .(Udin Djabu,1991)

F.     Buangan Industri Tahu.
Industri tahu pada umumnya banyak menggunakan air dalam proses maupun untuk pencucian alat dan biji kedelai. Sebagian besar air yang telah digunakan langsung dibuang ke lingkungan. Beberapa jenis buangan dari industri tahu.
a.    Buangan padat
Pabrik tahu membuangan buangan padat pada saat pencucian yaitu berupa biji yang jelek. dan batu kerikil yang ikut dalam biji. Pada saat kedelai diproses menjadi susu kedelai dan disaring mengeluarkan ampas. Pemanfaatan limbah padat sampai pada saat sekarang adalah untuk makanan ternak. Juga dapat dibuat tempe gembus.
b.    Buangan cair
Sebagian besar dari buangan industri tahu adalah limbah cair yang mengandung sisa dari susu tahu yang tidak tergumpal menjadi tahu. Biasanya air limbah tahu mengandung zat organik misalnya protein, karbohidrat  dan lemak. Disamping zat tersebut juga mengandung padatan zat tersuspensi atau padatan terendap misalnya potongan tahu yang hancur pada saat pemrosesan yang kurang sempurna.  Padatan tersuspensi maupun terlarut tersebut akan mengalami perubahan fisik, kimia dan hayati yang menghasilkan zat toksin atau zat cemar lingkungan. Juga apabila dibiarkan dilingkungan akan menjadi busuk dan sangat mengganggu estetika. Dan juga akan mempengaruhi lingkungan.(Nurhasan,1991).
Salah satu contoh penggunaan bahan llimbah lokal adalah menggunakan limbah cair tahu. Limbah tahu dapat dipakai sebagai pupuk dan pestisida bahkan fungisida organik dengan bantuan tambahan dari bahan yang lain, diantaranya adalah menggunakan bahan empon-empon atau tanaman herba melalui proses fermentasi. Sedangkan limbah cair tahu banyak mengandung sisa protein dan asam cuka sehingga mampu mendukung efektifitas fermentasi.(Lasantha,2001)

G.     Karakteristik Air Limbah Tahu.
a.       Temperatur
Temperatur  air limbah pabrik tahu biasanya lebih tinggi dari temperatur normal dibadan air. Hal ini dikarenakan dalam proses pembuatan tahu selalu pada temperatur panas baik pada saat penggumpalan atau pada saat menyaring yaitu pada suhu 60 – 80oC.
Pencucian yang mempergunakan air dingin selama proses berjalan tidak mampu menurunkan suhu limbah tahu. Limbah panas yang dikeluarkan adalah sisa air susu tahu yang tidak menggumpal menjadi tahu, biasanya berwarna kuning muda dan apabila diperam dalam satu hari akan berasa asam.
b.      Warna
Warna air buangan transparan sampai kuning muda dan disertai adanya suspensi warna putih. Zat terlarut dan tersuspensi yang mengalami penguraian hayati dan kimia akan berubah warna. Hal ini merupakan proses yang merugikan, karena adanya proses dimana kadar oksigen didalam air buangan menjadi nol maka air buangan berubah menjadi warna hitam dan busuk.
c.       Bau
Bau air buangan industri tahu dikarenakan proses pemecahan protein oleh mikroba alam. Bau sungai atau saluran menyengat apabila disaluran tersebut sudah berubah an aerob. Bau tersebut adalah terpecahnya penyusun dari protein dan karbohidrat sehingga timbul bau busuk dari gas H2S.
d.      Kekeruhan
Padatan yang terlarut dan tersuspensi dalam air limbah pabrik tahu menyebabkan air keruh. Zat yang menyebabkan air keruh adalah zat organik atau zat-zat yang tersuspensi dari tahu atau kedelai yang tercecer atau zat organik terlarut yang sudah terpecah sehingga air limbah berubah seperti emulsi keruh.
e.       BOD
Padatan yang terdapat dalam air buangan terdiri dari zat organik dan zat an organik . Zat organik tersebut misalkan protein, karbohidrat,lemak dan minyak. Protein dan karbohidrat biasanya lebih mudah terpecah secara proses hayati menjadi amoniak, sulfida dan asam- asam lainnya. Sedangkan lemak lebih stabil terhadap pengrusakan hayati, namun apabila ada asam mineral dapat menguraikan asam lemak menjadi glicerol. Pada limbah tahu adanya lemak ditandai banyak zat-zat terapung berbentuk skum.
Untuk mengetahui berapa besarnya jumlah zat organik yang terlarut dalam air limbah tahu dapat diketahui dengan melihat besarnya angka BOD ( bio Chemical Oxygen Demand) atau kebutuhan oksigen biokimia ( KOB ). Angka BOD ini menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk keperluan aktifitas mikroba dalam memecah zat organik bio degradasi didalam air buangan, angka BOD dalam satuan mg per liter atau ppm ( part per million ) dan biasanya dinyatakan dalam beban yaitu gram atau kg per satuan waktu.
f.       COD
Para meter ini dalam air buangan menunjukkan juga zat organik, terutama zat organik non biodegradasi selain itu zat dapat di oksidasi oleh bahan kimia K2Cr2O7 dalam asam, misalnya SO3 ( sulfit ), NO2 ( nitrit ) kadar tinggi dan zat-zat reduktor lainnya. Besarnya angka COD biasanya lebih besar dari BOD, biasanya 2 sampai 3 kali besarnya BOD.
g.      pH
pH dalam air limbah sangat dipengaruhi oleh kegiatan mikroorganisme dalam memecah bahan organik. Air limbah tahu cenderung asam, dan pada keadaan asam ini terlepas zat- zat yang mudah menjadi gas. (Nurhasan,1991).

H.     Proses Pembuatan Tahu dan Hasil Limbah
Proses pembuatan tahu dimulai dengan proses sortasi yaitu proses pemilihan kedelai yang baik. Dalam proses ini dihasilkan limbah padat kedelai hasil sortiran. Kemudian dilakukan perendaman kedelai selama kurang lebih 6 jam. Kemudian kedelai ditiriskan dan di cuci. Dalam proses ini dihasilkan limbah cair sisa cucian kedelai. Kemudian kedelai digiling sambil dialiori air mengalir.Bubur kedelai hasil penggilingan tersebut kemudian di encerkan dengan air kemudian di didihkan. Dalam keadaan panas bubur tahu disaring dengan kain blaco sambil dibilas air hangat sehingga susu kedelai dapat terekstrak keluar semua.Proses ini menghasilkan ampas yang kemudian akan dibuang sebagai sampah padat. Sari atau filtrat hasil penyaringan tadi ditampung dalam bak kemudian diberi air asam agar dapat menggumpal. Gumpalan tersebut ditampung dalam wadah atau cetakan tahu kemudian gumpalan tadi di press hingga terbentuk dari cetakan tahu tadi. Setelah dingin kemudian tahu dipotong potong. Dalam proses ini dihasilkan air limbah tahu yang bersifat asam.(Widie Kastyanto )


 I.     Penanganan Limbah Tahu
Air limbah tahu adalah buangan yang mengandung unsur nabati yang mudah membusuk. Secara fisik dan kimia apabila dibiarkan dilingkungan akan mencemari lingkungan sekitarnya. Secara umum penanganan air buangan yang banyak mengandung zat organik dilakukan dengan cara:
a)      Cara fisika
Biasanya dilakukan pada awal penanganan yaitu pada saat pemilihan bahan kedelai pada proses penyaringan untuk memisahkan dari kotoran- kotoran yang tercampur.

b)      Cara kimia
Penanganan ini dengan menggunakan bahan kimia untuk :
·         Netralisasi air limbah.(lart asam sulfat,as klorida,as phosphat, batu kapur)
·         Pengendapan yaitu penambahan zat kimia dapat menetralkan logam berat dijadikan ikatan garam yang mudah mengendap sehingga mudah dipisahkan antara endapan logam berat larutan jernih yang bebas logam berat.
·         Penggumpalan yaitu proses terjadinya penggumpalan pada zat tersuspensi yang diubah menjadi gumpalan- gumpalan sehingga mudah mengendap.Proses ini biasanya dilakukan pada pengadukan cepat kemudian dilanjutkan dengan pengadukan lambat sehingga terbentuk flokulasi atau butiran gumpalan dari kecil bergabung menjadi besar. Zat penggumpal antara lain:alumunium sulfat,besi sulfat, poly alumunium klorida.
c)      Cara biologi
Dalam proses biologis terjadi penghancuran zat organik dari air limbah tahu oleh jasad renik. Mikroba tersebut dapat berupa bakteri, jamur atau ganggang. Zat tersebut mengubah bahan koloid menjadi sel, sedang sel yang terjadi karena berat dapat mengendap bersama lumpur dalam kondisi aerob dan anaerob. Beberapa cara biologi adalah:proses lumpur aktif,lapisan tritis,lagoon.bak kedap udara (anaerobik).(Nurhasan,1991)


BAB III
HASIL PENULISAN

A.    Industri Tahu di Kota Magelang
Kota Magelang secara Geografis terletak pada posisi 7º 26’ 18” - 7º 30’ 9” Lintang Selatan dan 110º 12’ 30” - 110º 12’ 52” Bujur Timur. Posisi ini apabila dilihat dari letak Pulau Jawa sangat menguntungkan sekali karena memposisikan Kota Magelang hampir di tengah-tengah pulau ini.  Kondisi ini akan sangat memudahkan jalur perhubungan dengan kota-kota di sekitarnya, seperti dengan Kota Semarang berjarak 75 km, jarak dengan  Kota Yogyakarta 42 km, dengan Kota Surakat berjarak 109 km.
Selain itu  Kota Magelang juga terletak pada jalur transportasi Semarang - Purwokerto, Wonosobo - Salatiga dan Kota - kota di sekitarnya.Sebagai Kota Jasa Kota Magelang juga menjadi daerah tujuan bagi  penduduk sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti dari Kabupaten Temanggung yang berjarak 22 km, Kabupaten Purworejo  berjarak 43 km, Kabupaten Wonosobo berjarak 62 km. Jarak yang relatif dekat ini juga didukung dengan kondisi prasarana jalan yang sangat  memadai dalam kemudahan untuk mengaksesnya.
Secara umum Kota Magelang berada pada ketinggian 380 m di atas  permukaan laut dengan titik ketinggian tertinggi pada Gunung Tidar yaitu 503 m di atas permukaan laut. Keberadaan Gunung Tidar ini selain sebagai kawasan hutan lindung juga berfungsi sebagai paru-paru Kota yang menjadikan iklim Kota Magelang selalu berhawa sejuk.(Nandi Kurniawan,2011)
Letaknya yang strategis pada jalur lalu lintas antar propinsi  Kota Magelang menjadi salah satu tujuan wisata budaya maupun wisata kuliner. Salah satu wisata kuliner adalah produk makanan tradisional tahu yaitu Kupat Tahu Magelang. Tahu hasil produksi juga dapat diolah menjadi makanan camilan lain berupa krupuk tahu yang banyak beredar di Kota Magelang. Pemasaran Tahu produksi Kota Magelang biasanya dijual dipasar-pasar tradisional juga sampai keluar daerah.
Keberadaan industri tahu di Kota Magelang di dukung oleh adanya Koperasi Tahu ( Kopti) yang menyediakan kedelai dengan kualitas yang baik dengan harga yang bersaing. Pusat sentral industri tahu pun terbentuk untuk lebih mudahnya Pemerintah mengawasi pengelolaan industri tahu baik produk utama maupun produk sampingannya yang berupa air limbah tahu dan ampas tahu.

B.     Pengelolaan Limbah Tahu
a.       Limbah cair
Air limbah tahu yang dihasilkan dari proses pembuatan tahu biasanya oleh industri ditampung dibak penampungan air limbah sebelum dibuang kelingkungan dan ada juga yang dibuang langsung ke saluran irigasi.
1.      Gas bio.
Beberapa industri menggunakan bak penampungan dalam pengelolaan air limbah tahu. Bak-bak penampungan tersebut ada yang dibuat sistem kedap udara/ rapat udara dan ada yang sistem terbuka. Bak sistem kedap udara dengan proses anaerobik yang dapat menghasilkan gas alami (bio gas) yang kemudian ditampung dengan drum kemudian gas tersebut disalurkan melalui selang ke dapur yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan memasak.
Air limbah yang ditampung di bak- bak terbuka dibiarkan mengalir dan tergenang secara terbuka lalu mengalir ke saluran irigasi. Dalam hal ini bau busuk dari limbah tahu masih menyengat .
2.      Sebagai sumber pupuk pertanian
Air limbah tahu yang mengandung zat organik oleh industri langsung dibuang ke saluran irigasi dapat dimanfaatkan untuk kesuburan tanah pertanian. Air limbah tahu merupakan limbah organik mudah terurai dan baik untuk pertanian. Biasanya para petani mencari air untuk mengairi sawahnya dan memanfaatkannya. Selain itu air limbah tahu juga berguna untuk tambahan makanan ikan-ikan peliharaan disawah. Biasanya para petani yang mengelola ikan disawah secara rutin dan terus menerus mengaliri sawahnya untuk makanan ikan. Dan hasilnya pun ikan cepat besar.Namun apabila konsentrasi air limbah terlalu pekat, maka air limbah tahu dapat menjadi sumber pencemaran air persawahan dan kolam sehingga ikan- ikan yang dipelihara disawah dan dikolam akan mati.
b.      Limbah padat
Ampas tahu yang dihasilkan biasanya oleh industri tahu dijual untuk dimanfaatkan dalam pembuatan tempe gembus. Selain itu ampas tahu oleh peternak digunakan untuk pakan ternak sapi, kambing dan babi serta itik.


BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.      Selain produk utama yang dihasilkan industri tahu berupa tahu, krupuk tahu, juga menghasilkan produk sampingan berupa air limbah tahu dan ampas tahu.
2.      Air limbah tahu yang dikelola dengan baik oleh industri dapat dimanfaatkan untuk pembuatan gas bio.
3.      Air limbah tahu oleh sebagian industri dibuang langsung ke saluran irigasi.
4.      Petani memanfaatkan air limbah tahu untuk kesuburan pertanian dan juga untuk irigasi perikanan.
5.      Masih menimbulkan bau busuk dilingkungan sekitarnya.
6.      Ampas tahu dimanfaatkan untuk pembuatan tempe gembus dan untuk pakan ternak.

B.     Saran
1.      Pembuatan instalasi pengolahan limbah sistem komunal.
2.      Pemanfaatan air limbah tahu untuk dijadikan pestisida organik dan pupuk organik.







Daftar Pustaka

Azrul Aswar, 1983.Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Mutiara. Jakarta.
Djabu,Udin, 1990/1991, Pedoman Bidang Studi Pembuangan Tinja Dan Air Limbah Pada Institusi Pendidikan Sanitasi/Kesehatan Lingkungan.Depkes.Jakarta
Haryanto Kusnoputranto,1983,Kesehatan Lingkungan.Depkes dan Kubudayaan Universitas Indonesia. FKM. Jakarta.
Kustyanto Widie,FL.1990.Membuat Tahu. Penebar Swadaya. Jakarta
Kurniawan,Nandi,2011,Fropil Kota Magelang. Regional Geografik Indonesia.
Lashanta,2011.Memanfaatkan Limbah Tahu Menjadi Pestisida adn Pupuk Organik Cair.Gerbang Pertanian.htm
Nurhasan,1991, Penanganan Air Limbah Tahu.Penerbit Yayasan Bina Karta Lestari.






2 komentar: